Demi Kemakmuran

Ilustrasi oleh Gemini AI

 

Tokoh:

·         Misbah (Raja)

·         Viola (Penasehat)

·         Alex (Guardian 1)

·         Roma (Guardian 2)

·         Nova (Guardian 3)


Pada suatu hari ada raja yang sedang bersandar di pohon dan sedang meratapi nasib kerajaannya yang kurang makmur. “Gimana ini kerajaanku tidak makmur-makmur?”

Tluwuk Lautan Api

 

Ilustrasi oleh Gemini AI
Karya: Bagaskara PW. (7D)

Fairuz adalah seorang sopir truk Pertamina. Dia bekerja seminggu sekali, namun digaji dengan fantastis. Karena pekerjaannya itu, dia selalu bermalas-malasan, berfoya-foya, dan juga mabuk. Suatu hari dia diajak temannya mengikuti klub malam. “Hei, Fairuz, malam ini mabuk, yuk!”, “Ayo!” Fairuz mengiyakan saja ajakan itu sampai lupa kalau besok adalah jadwalnya bekerja. Fairuz ikut klub malam dan akhirnya mabuk berat. Besoknya Fairuz mulai membaik. Meskipun dia masih agak mabuk, dia tetap berangkat karena bahwa ingat hari ini jadwalnya bekerja.

Petani Jadi Prajurit

 

Iustrasi oleh Gemini AI

Karya: Atmim LN. (7A)


Pada suatu hari di kerajaan Kertapura, ada seorang petani muda bernama Kurta. Dia dilahirkan oleh ibunya, yaitu Aurta. Aurta dulu dikutuk oleh orang tuanya sehingga Aurta mempunyai kekuatan dalam, kemudian kekuatan itu diwariskan ke anaknya. Sementara bapaknya meninggal saat diseruduk banteng ketika hendak kerja. Namun, Kurta mengetahui bahwa dia mempunyai kekuatan, misalnya ketika saat dia dirundung oleh sekumpulan temannya dan dia tak sadar bahwa ia membantai sekumpulan pemuda yang merundungnya tersebut, begitu penjelasan masyarakat.

Asrama Putra

Ilustrasi oleh Gemini AI

Karya: Ahmad Nur Ihsan (7A)



Saat pertama kali datang ke asrama itu aku bertemu dengan alumni sekolahku yang dulu, dia bernama Heri. Aku diajak berkeliling di asrama itu agar mengetahui ada apa saja di sana. Saat sampai ke tempat gudang aku seperti melihat ada yang mengintip di balik pintu dan saat masuk ke gudang aku merasakan hawa yang tidak enak, aku pun bilang kepada temanku: "Heri, kenapa di sini hawanya agak gimana-gimana gitu?". Heri menjawab: "Oh, iya aku belum bilang kepadamu kalau di gudang ini pernah ada peristiwa tragis." Aku pun bertanya-tanya kepada Heri apa peristiwa tragis itu. Heri pun mengajakku pulang ke kamar untuk menceritakan kejadian itu.

Nasehat Guru

 

Ilustrasi oleh Gemini AI
Karya: Abrari Sakha Putra - 7D


Pada suatu hari, terdapat salah satu pesantren di desa Sukobubuk yang bernama pesantren Miftahul Huda. Di kemudian hari, terdapat salah satu santri yang bernama Fadhil. Fadhil adalah orang yang suka melanggar peraturan di pondok. Dia pun sering mbolos ngaji atau pun mbolos sekolah. Seketika itu terdapat temannya yg bernama Wafa. Wafa pun melihat Fadhil yang sedang mbolos ngaji. Akhirnya Wafa melaporkan kepada ustad halaqohnya, “Pak ustad, tadi saya melihat teman saya (Fadhil) mbolos ngaji”.

Catatan Kehampaan: Peringatan untuk Kita!


“Tuhan telah mati”, begitulah pernyataan Nietzsche yang pernah menggemparkan dunia. Bagi Nietzsche, “Tuhan” adalah simbol dari sumber nilai, moralitas, dan makna hidup yang absolut. Nietzsche dalam bukunya, The Gay Science, bercerita ketika ada orang gila berlari masuk pasar dan teriak-teriak mencari Tuhan. Si orang gila bilang, “Kitalah yang membunuhnya…kalian dan aku!”. Sebenarnya Nietzsche bukan merayakan kematian Tuhan, melainkan takut dunia bakal jatuh ke dalam nihilisme, sebuah kondisi ketika manusia merasa hidup tak lagi berarti, hampa, dan tak punya arah.

JUNG JAVA: Monster Laut dari Jawa yang Menggetarkan Dunia


Apakah kamu pernah mendengar bahwa Suku Jawa pernah menguasai lautan Asia Tenggara bahkan Dunia dengan kapal super besar-nya? Yap kamu tidak salah, Kapal itu bernama Jung Java yang merupakan kapal angkut laut raksasa yang pernah berjaya pada masanya. Jung Java digunakan untuk mengangkut rempah-rempah dari Sabang sampai Merauke sebelum kedatangan bangsa Eropa ke Nusantara.

Tak Ada yang Benar-Benar Milik Kita

sumber gambar: NYM

Pada suatu Sabtu pagi (28/03) sembari menyeruput wedang pokak pemberian sanak keluarga dari Batu, saya membuka aplikasi Quran untuk murajaah. Suasana awalnya terasa begitu tenang dan nikmat, tidak tampak tanda-tanda yang mungkin akan terjadi sesuatu. Namun tak ada angin tak ada hujan, gawai yang saya geletakkan di atas toples rempeyek sekonyong-konyong menghitam, menampilkan logo Android dengan tulisan “menghapus”.

Menjaga Esensi Berbuka di Tengah Ingar Bingar Takjil Jalanan

 


Jarum jam baru menunjuk angka tiga sore, tapi denyut jalanan sudah mulai berubah ritme—tampak berbeda dari sore sepulang sekolah di bulan-bulan biasa. Gerobak-gerobak yang entah bersembunyi di mana pada hari biasa, kini mulai didorong ke pinggir jalan. Terpal-terpal plastik dibentangkan, meja-meja lipat ditata berjejer. Di sudut dekat alun-alun yang kulewati, terlihat seorang penjual mulai menyusun etalase dagangannya dan mempersiapkan apa yang akan disajikan. Fase persiapan, sebuah panggung yang sedang dibangun sebelum pertunjukan hasrat dimulai.

Haikyuu!!: Penyelarasan Ritme ala Hinata dan Kageyama

 

Setelah kekalahan melawan Aoba Johsai di perempat final Turnamen Interhigh, babak penyisihan untuk Prefektur Miyagi, Karasuno mengalami kemerosotan mental. Senjata andalan mereka, yaitu serangan kilat dari Hinata dan Kageyama ternyata tak mampu mengalahkan Aoba Johsai. Ittesu Takeda, guru pendamping ekskul bola voli SMA Karasuno datang dan membawa pesan. Isinya adalah ajakan dari SMA Nekoma, Tokyo, untuk ikut serta dalam latihan gabungan tim-tim bola voli yang ada di Tokyo. Mereka sangat bersemangat mendengar kabar itu karena ini adalah kesempatan untuk mereka belajar dan menajamkan teknik bola voli mereka.