JUNG JAVA: Monster Laut dari Jawa yang Menggetarkan Dunia


Apakah kamu pernah mendengar bahwa Suku Jawa pernah menguasai lautan Asia Tenggara bahkan Dunia dengan kapal super besar-nya? Yap kamu tidak salah, Kapal itu bernama Jung Java yang merupakan kapal angkut laut raksasa yang pernah berjaya pada masanya. Jung Java digunakan untuk mengangkut rempah-rempah dari Sabang sampai Merauke sebelum kedatangan bangsa Eropa ke Nusantara. 

Jung merupakan kosakata yang diambil dari Jawa Kuno yaitu Kapal. Kapal ini memiliki struktur yang mengesankan dijamannya, dikarenakan Jung Java tidak menggunakan paku besi, melainkan pasak kayu yang kemudian lambung dari kapal itu juga memiliki 4 lapisan dari kayu jati yang sangat tebal sehingga Jung Java sangat kokoh dan mampu mengarungi Samudera luas tanpa kesulitan. Jung Java juga dilengkapi dengan 4 tiang untuk menyangga layar yang nantinya menjadi inspirasi untuk kapal lainnya di Asia Tenggara. Desain layar ini berasal dari tradisi maritim Austronesia kuno, yang terlihat pada relief Candi Borobudur (abad ke-8 Masehi). Panjang dari kapal ini masih menjadi perdebatan oleh beberapa peneliti ada yang memperkirakan panjangnya lebih dari 100 Meter bahkan mencapai 300-400 Meter, namun dari beberapa sumber peneliti sejarah mengklaim panjangnya kurang lebih 88 meter dan lebar sekitar 20 meter.

Jung Java memiliki dua fungsi yang pertama sebagai Kapal Dagang Internasional dan yang kedua sebagai Kapal Perang. Jung Java sebagai Kapal Dagang merupakan pengangkut komoditas yang mampu mengangkut sekitar 2000 Ton seperti beras, rempah-rempah, daging sapi, kambing, dan bawang untuk dikirim ke Malaka hingga Timur Tengah. Kemudian sebagai Kapal Perang, Jung Java juga dianggap sebagai kapal induk di masanya karena ketangguhan dan kekuatan struktur fisiknya. Menurut catatan Odoric Kapal ini digunakan untuk mengangkut militer dalam skala besar sekitar 700 orang. Kapal ini juga dilengkapi dengan persenjataan meriam bernama Cetbang yang dikembangkan oleh Majapahit dan beberapa persenjataan seperti sumpit beracun, galah panjang serta lembing. Catatan paling terkenal Jung Java oleh Gaspar Correia yaitu saat Portugis menyerbu Malaka (1511). Pati Unus sebagai pemimpin armada besar tersebut dari Demak ke Malaka pada tahun 1513 dengan Jung Java-nya menyerbu Portugis, meskipun akhirnya harus mundur dikarenakan Kapal Portugis yang lebih kecil sehingga gesit ketika bermanuver di perairan serta teknologi yang lebih mumpuni. 

Kejayaan Jung Java mulai meredup pada akhir abad ke-16 karena berbagai faktor dari Penjajahan Belanda saat itu seperti Monopoli VOC yang menghancurkan Kapal dari pesisir Utara Jawa, Larangan dari Mataram yang lebih fokus pada kekuatan darat untuk mencegah pemberontakan, Penebangan kayu secara masif oleh Kolonial Belanda yang mengurangi bahan baku untuk pembuatan Jung Java.


6 komentar:

  1. Ooo mngkin kayu2 yg terseret banj*r kmarin rencananya mau bikin Jung Sumatera apaya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jangan terlalu jelas, takut hilang saya bang

      Hapus
  2. Gass bahas kapal pinisi dari Maluku

    BalasHapus
  3. Coba lebih panjang lagi pembahasannya bang

    BalasHapus
    Balasan
    1. Okeh siap, terima kasih sarannya bang, baru belajar nulis, pelan-pelan dulu pak anon wkwk

      Hapus