Tluwuk Lautan Api

 

Ilustrasi oleh Gemini AI
Karya: Bagaskara PW. (7D)

Fairuz adalah seorang sopir truk Pertamina. Dia bekerja seminggu sekali, namun digaji dengan fantastis. Karena pekerjaannya itu, dia selalu bermalas-malasan, berfoya-foya, dan juga mabuk. Suatu hari dia diajak temannya mengikuti klub malam. “Hei, Fairuz, malam ini mabuk, yuk!”, “Ayo!” Fairuz mengiyakan saja ajakan itu sampai lupa kalau besok adalah jadwalnya bekerja. Fairuz ikut klub malam dan akhirnya mabuk berat. Besoknya Fairuz mulai membaik. Meskipun dia masih agak mabuk, dia tetap berangkat karena bahwa ingat hari ini jadwalnya bekerja.

Petani Jadi Prajurit

 

Iustrasi oleh Gemini AI

Karya: Atmim LN. (7A)


Pada suatu hari di kerajaan Kertapura, ada seorang petani muda bernama Kurta. Dia dilahirkan oleh ibunya, yaitu Aurta. Aurta dulu dikutuk oleh orang tuanya sehingga Aurta mempunyai kekuatan dalam, kemudian kekuatan itu diwariskan ke anaknya. Sementara bapaknya meninggal saat diseruduk banteng ketika hendak kerja. Namun, Kurta mengetahui bahwa dia mempunyai kekuatan, misalnya ketika saat dia dirundung oleh sekumpulan temannya dan dia tak sadar bahwa ia membantai sekumpulan pemuda yang merundungnya tersebut, begitu penjelasan masyarakat.

Asrama Putra

Ilustrasi oleh Gemini AI

Karya: Ahmad Nur Ihsan (7A)



Saat pertama kali datang ke asrama itu aku bertemu dengan alumni sekolahku yang dulu, dia bernama Heri. Aku diajak berkeliling di asrama itu agar mengetahui ada apa saja di sana. Saat sampai ke tempat gudang aku seperti melihat ada yang mengintip di balik pintu dan saat masuk ke gudang aku merasakan hawa yang tidak enak, aku pun bilang kepada temanku: "Heri, kenapa di sini hawanya agak gimana-gimana gitu?". Heri menjawab: "Oh, iya aku belum bilang kepadamu kalau di gudang ini pernah ada peristiwa tragis." Aku pun bertanya-tanya kepada Heri apa peristiwa tragis itu. Heri pun mengajakku pulang ke kamar untuk menceritakan kejadian itu.

Nasehat Guru

 

Ilustrasi oleh Gemini AI
Karya: Abrari Sakha Putra - 7D


Pada suatu hari, terdapat salah satu pesantren di desa Sukobubuk yang bernama pesantren Miftahul Huda. Di kemudian hari, terdapat salah satu santri yang bernama Fadhil. Fadhil adalah orang yang suka melanggar peraturan di pondok. Dia pun sering mbolos ngaji atau pun mbolos sekolah. Seketika itu terdapat temannya yg bernama Wafa. Wafa pun melihat Fadhil yang sedang mbolos ngaji. Akhirnya Wafa melaporkan kepada ustad halaqohnya, “Pak ustad, tadi saya melihat teman saya (Fadhil) mbolos ngaji”.