![]() |
Ilustrasi oleh Gemini AI |
Pada suatu hari, terdapat salah satu pesantren di desa Sukobubuk yang bernama pesantren Miftahul Huda. Di kemudian hari, terdapat salah satu santri yang bernama Fadhil. Fadhil adalah orang yang suka melanggar peraturan di pondok. Dia pun sering mbolos ngaji atau pun mbolos sekolah. Seketika itu terdapat temannya yg bernama Wafa. Wafa pun melihat Fadhil yang sedang mbolos ngaji. Akhirnya Wafa melaporkan kepada ustad halaqohnya, “Pak ustad, tadi saya melihat teman saya (Fadhil) mbolos ngaji”.
Setelah itu ustadnya pun
menghampirinya. Ketika Fadhil ditanyai oleh ustad halaqohnya, “Kamu kenapa
mbolos?”
"Pak Ustad, saya tidak kuat lagi di pondok,
rasanya masih kangen rumah, teman-teman di rumah, juga ortu. Dan saya juga
kecapekan di pondok.” Ucap Fadhil.
“Tidak apa-apa Fadhil, Ustad
dulu juga seperti itu, makan masak sendiri, duit belum ada, makanan pun
seadanya. Kalau sekarang duit sudah ada, teknologi pun sudah canggih, makan
sepuasnya. Sepatutnya kamu pun harus bersyukur Fadhil. Kamu pun perlu tau orang
tua di rumah kerja keras untuk mencari uang demi siapa? Demi kamu Fadhil. Dan
orang tua pun di rumah pasti selalu mengingingatmu dan mendoakanmu.
Bukan berarti kamu harus tidak
makan satu minggu, ngaji terus tidak olahraga, bukan begitu. Tetapi kamu harus
tau bahwa orang tuamu susah susah kerja demi kamu, masa kamu di pondok bukannya
ngaji tapi malah bermain, mbolos, tidak sekolah, seenaknya sendiri? Sepatutnya
kamu di pondok ya harus belajar, ngaji, tidak melanggar aturan pondok dan
berusaha semaksimal mungkin. Ya memang begitu, jika kamu ingin sukses maka beranilah
berproses. Memang semua itu dilalui dengan rintangan, dan harus berproses. Jika
kamu tidak ingin berproses, maka yang dulunya bersenang-senang di kemudian hari
pun pasti akan bersusah-susah. Sedangkan jika kamu berani berproses, pasti kamu
berani bersusah-susahan, rajin belajar, sregep mematuhi perintah ustad
& pak yai, pasti hidupmu akan senang, selalu bahagia dan selalu di sisi
Allah swt. Dan insyaallah hidupmu pun akan dimudahkan oleh Allah swt. Amin...”
ustad halaqohnya menceritakan masa lalunya serta mencoba menenangkan Fadhil
bagaimana berproses itu.
Di kemudian hari, Fadhil akhirnya
sadar atas apa yang selama ini ia lakukan. Mulai saat itu, dia akan selalu
mencoba untuk mematuhi peraturan dan akan selalu ingat semua pesan-pesan dari
ustadnya.
Tujuh bulan kemudian. Akhirnya
Fadhil sekarang menjadi seorang santri yang patuh terhadap norma dan aturan yang
ditetapkan oleh pondok, dan sekarang pun tidak terasa selama Fadhil mematuhi
perintah ustad. Akhirnya, pada tanggal 7
September 2024 Fadhil pun bisa menyelesaikan Qur'annya--30 juz khatam. Dia
pun terasa bahagia bahwa ternyata “bersusah-susah dahulu baru bersenang
kemudian” itu benar. Di kemudian hari Fadhil pun telepon orang tuanya melalui
koperasi pondok seraya bilang “Yah, Buk, aku sudah khatam 30 juz bil ghoib.” Ayah
dan ibuknya Fadhil pun tidak percaya bahwa Fadhil bisa menyelesaikan Qur'annya.
Ia yang dulunya suka mbolos, suka njajan, tidak mematuhi peraturan pondok, tetapi
karena dia sekarang mematuhi peraturan yang ditetapkan oleh pondok dan selalu
mengingat nasehat gurunya, akhirnya dia sekarang bisa menyelesaikan Qur'annya. Ibunya
merasa terharu karena bisa melihat anaknya yang sudah khatam dan insyaallah
mendapatkan kunci surga oleh Allah swt. Amin...
"Barang siapa yg
bersungguh sungguh pasti Akan Berhasil".
Di kemudian hari, Fadhil
memutuskan sowan di rumah ustadnya. Dia (Fadhil) bilang kepada ustadnya “Pak
ustad, saya berterima kasih karena ustad yang selama ini membimbing dan
mengajar saya.”, “Ya, sama sama. Tetapi yang paling penting adalah kamu harus
bisa menjaga Qur'an-mu itu. Karena apa? Jika kamu punya pegangan Al-Qur'an 30
juz, lalu kamu sampai melupakan atau lupa walau hanya sekadar satu ayat, maka
kamu akan mendapatkan dosa. Karna menjaga hafalan al-qur'an itu lebih susah
daripada menambah hafalan.” Ujar ustadnya mengingatkan. “Njeh Pak ustad, kulo
siap.” Fadhil pun akhirnya izin pamit terlebih dahulu dan salim.
***
Fadhil pun kembali. Ketika dia kembali ia merasa lapar dan akhirnya mampir ke resto terlebih dahulu. Saat dia makan di resto, dia melihat ada temannya satu pondok yang dulunya berani bersusah-susah dan akhirnya sekarang dia menjadi seorang yang terkenal, hafal Al-Qur’an dan mempunyai perusahaan yang besar karena usahanya yang luar biasa. Jadi kesimpulannya jadi orang jangan mudah menyerah, tetap teruslah berusaha agar jadi orang yg sukses dengan mempelajari adab maka engkau jadi mudah memahami ilmu.
Catatan: Melalui sedikit penyuntingan dan penyelarasan akhir oleh guru pengampu dengan mempertahankan orisinalitas atau keautentikan karya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar