Petani Jadi Prajurit

 

Iustrasi oleh Gemini AI

Karya: Atmim LN. (7A)


Pada suatu hari di kerajaan Kertapura, ada seorang petani muda bernama Kurta. Dia dilahirkan oleh ibunya, yaitu Aurta. Aurta dulu dikutuk oleh orang tuanya sehingga Aurta mempunyai kekuatan dalam, kemudian kekuatan itu diwariskan ke anaknya. Sementara bapaknya meninggal saat diseruduk banteng ketika hendak kerja. Namun, Kurta mengetahui bahwa dia mempunyai kekuatan, misalnya ketika saat dia dirundung oleh sekumpulan temannya dan dia tak sadar bahwa ia membantai sekumpulan pemuda yang merundungnya tersebut, begitu penjelasan masyarakat.

Kurta pun bertanya kepada ibunya dan kemudian dijelaskan. Kurta pun bingung karena ibunya menyuruh untuk tidak memberitahukan siapapun cerita tsersebut. Beberapa tahun kemudian saat dia sudah menjadi remaja (20 tahun), ia disuruh oleh rajanya yaitu Batistuta untuk menjadi petani. Pagi, siang, dan malam dia bekerja dengan tekun walaupun lelah dia tetap berjuang demi mencari nafkah.

Pada suatu siang, saat dia sedang mencambuk padi sendirian, ia dihampiri oleh sekumpulan gangster. Ia pun dipalak dan diminta emas, dengan santai dia menolak dan melanjutkan kerjanya. Sekumpulan pemalak itu marah dan memukul Kurta. Kurta yang tidak sabar kemudian mengeluarkan kekuatannya dan membunuh semua yang di sana kecuali satu, karena satu itu sedari awal hanya diam dan dia meminta ampun. Akhirnya Kurta menyuruh pemuda itu untuk pergi, dan Kurta melanjutkan kerjanya. Setelah Kurta pulang dan balik-balik ke rumah dalam gelap gulitanya malam, rumahnya terasa sunyi dan seperti ada bau busuk.

Saat dia memasuki kamar ibunya, ia melihat ibunya telah dibunuh. Sebelah mayat ibunya terdapat sebuah kertas bertuliskan: “Kau seharusnya tidak melepaskan aku, aku telah menipumu, dulu saya adalah kawanmu, dan saya masih mempunyai dendam.” Tertanda Hosea.

Dalam suasana sedih ini, tiba-tiba ada yang mengetuk pintu. Ketika Kurta membuka pintunya, dia dihampiri oleh Mahardata, anak sang raja sekaligus prajurit yang sangat hebat. Kurta pun bingung mengapa dihampiri oleh Mahardata. Ternyata Kurta dipanggil oleh Sang raja.

Sampai di istananya, Kurta ditanya oleh Batistuta “Apakah kamu anaknya Aurta?”, Kurta mengangguk, dan ditanya lagi “Apakah kamu mempunyai kekuatan ibumu?”, Kurta pun diam. Lalu ditanya lagi “Apakah kamu yang membunuh penjahat-penjahat tadi?”. Akhirnya Kurta menjawab “Ya, Aku mempunyai kekuatan dan aku yang membunuh mereka, jika mau masukkan saya di penjara, silakan. Saya sudah tidak butuh apa-apa lagi.”

Raja pun menjelaskan “Bukan begitu, justru saya kaget dan ingin mengangkatmu menjadi prajurit tertinggiku, dan saya akan kasih tempat tinggal serta uang yang melimpah.” Kurta pun menerima kerjanya dan raja memberi barang-barang berharga ibunya. Maka, pada pagi hari diumumkan kepada seluruh masyarakat bahwa raja sekarang mempunyai prajurit terkuat yaitu Kurta.

Selang beberapa bulan, saat sedang menjaga kerajaan, Kurta tiba-tiba tak sadarkan diri. Ia terbangun di ruang gelap dan seketika lampu dinyalakan, ada 150-200 pria yaitu pemalak semua dan ada Hosea. Saat melihat Hosea, Kurta pun langsung mengeluarkan kekuatannya dan melawan semuanya.

"BANKAI!" Kurta teriak dan mengeluarkan jurus terkuatnya, setelah itu Kurta menewaskan semuanya kecuali satu, Hosea. Hosea meneriakinya “SINI KAU! KAU TELAH MERUSAK HIDUPKU,”. Dan Hosea ternyata juga mempunyai kekuatan. Setelah Hosea mengeluarkan kekuatannya, mereka berduel sehingga Kurta melemahkan Hosea sampai sekarat. Tepat sebelum membunuh Hosea, Kurta berkata “Jangan mencampur masalahmu dengan masalah ibuku”. Kemudian Kurta menusuk hatinya Hosea menggunakan pedang milik ibunya. Ternyata sekumpulan pemalak-pemalak itu telah mengganggu kerajaan dari dulu.

Berkat Kurta, kerajaan kini damai dan sudah aman. Walaupun Kurta mempunyai uang yang banyak dan mempunyai rumah yang mewah, Kurta masih kekurangan seseorang, yaitu ibunya. Ia hanya bisa mengingat ibunya dengan gambar-gambar dan barang-barang miliknya.


Catatan: Melalui sedikit penyuntingan dan penyelarasan akhir oleh guru pengampu dengan mempertahankan orisinalitas atau keautentikan karya.

 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar