Tluwuk Lautan Api

 

Ilustrasi oleh Gemini AI
Karya: Bagaskara PW. (7D)

Fairuz adalah seorang sopir truk Pertamina. Dia bekerja seminggu sekali, namun digaji dengan fantastis. Karena pekerjaannya itu, dia selalu bermalas-malasan, berfoya-foya, dan juga mabuk. Suatu hari dia diajak temannya mengikuti klub malam. “Hei, Fairuz, malam ini mabuk, yuk!”, “Ayo!” Fairuz mengiyakan saja ajakan itu sampai lupa kalau besok adalah jadwalnya bekerja. Fairuz ikut klub malam dan akhirnya mabuk berat. Besoknya Fairuz mulai membaik. Meskipun dia masih agak mabuk, dia tetap berangkat karena bahwa ingat hari ini jadwalnya bekerja.

Fairuz menyupir truk dengan keadaan mabuk. Padahal truk yang dia kendarai menampung minyak 100l liter. Fairuz merasa sedikit pusing karena dia melakukan perjalanan dari Pati kota menuju Pati Tluwuk. Sesampainya di Tluwuk, Fairuz tidak bisa melawan rasa mabuknya itu dan dia pun tertidur. Truk yang dia kendarai pun lepas kendali.

Truk oleng dan tangkinya mulai bocor. Tluwuk rata dengan minyak, padahal saat itu di Tluwuk sedang ada kerja bakti dan sampah-sampahnya dibakar. Minyak itu pun mengenai sampah yang terbakar hingga menyebabkan kebakaran yang sangat besar. Rumah-rumah terbakar, tanaman semua terbakar, semua yang ada di Tluwuk terbakar, termasuk Fairuz. Mata Fairuz memburam lalu tertutup.

Fairuz terbangun di rumah sakit, dia segera melihat keluar jendela. Kebakaran menyebar luas dan hampir mendekati rumah sakit tersebut. Fairuz berbalik dan melihat dokter masuk ke ruangannya sambil berkata:

“Kau sudah bisa berjalan?”

“Tongkat yang kau berikan ini adalah tongkat murahan, Dokter!”

“Hanya itu yang tersedia. Selain itu, ini adalah tagihanmu.”

“271 triliun!? Hanya untuk tongkat murahan?”

“Sudah termasuk tagihan kebakaran.”

Fairuz pingsan dan tongkatnya patah. Dokter memeriksanya, sepertinya Fairuz sudah mati. Fairuz dimakamkan di pemakaman umum. Tluwuk dipadamkan oleh pemadam kebakaran. Butuh tiga bulan untuk memadamkannya. Rumah-rumah mulai dibangun, dan hutang diserahkan kepada saudara-saudara Fairuz.

Tamat.



Catatan: Melalui sedikit penyuntingan dan penyelarasan akhir oleh guru pengampu dengan mempertahankan orisinalitas atau keautentikan karya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar