![]() |
| Ilustrasi oleh Gemini AI |
Tokoh:
·
Misbah (Raja)
·
Viola (Penasehat)
·
Alex (Guardian 1)
·
Roma (Guardian 2)
·
Nova (Guardian 3)
Pada suatu hari ada raja yang sedang bersandar di pohon dan sedang meratapi nasib kerajaannya yang kurang makmur. “Gimana ini kerajaanku tidak makmur-makmur?”
Pada akhirnya sang raja mencoba bertanya ke
penasehatnya, “Gimana ini penasehat, kerajaan kita belum bisa makmur seperti
kerajaan lain?” kata raja.
Sang penasehat menjawab, “Bagaimana kalau kita
bertanya kepada penyihir?” jawab penasehat.
“Oke.” jawab raja juga.
Selanjutnya raja dan penasehat ke rumah sang penyihir.
Lalu sang raja bertanya ke penyihir tersebut; “Wahai penyihir apakah ada ramuan
yang bisa membuat kerajaan kita makmur?” tanya sang raja.
Si penyihir menjawab, “Tidak ada wahai raja,”
Lalu sang raja bersedih, tapi penyihir kembali
menjawab, “Tetapi ada sebuah kristal yang dijaga oleh naga yang sangat ganas,
konon katanya kristal tersebut mempunyai kekuatan yang bisa memakmurkan sebuah
kerajaan bagi yang bisa mengambilnya.”
Raja pun mulai bersemangat tapi penyihir kembali
berkata, “Hati-hati, naga itu sangat berbahaya, sekian lamanya orang yang
bertarung dengan naga tersebut tidak ada sejarah yang mengatakan bahwa naga
tersebut pernah kalah, naga tersebut selalu berhasil mengusir orang yang mau mengambil
kristalnya,” jawab sang penyihir.
Sang raja mulai ketakutan lalu penyihir itu
berkata lagi, “Sudah, kalau begitu aku akan ikut serta dalam perjalanan
kalian.”
Sang raja pun mulai senang dan
berterima kasih kepada sang penyihir dan sang raja pun mengerahkan 3 guardian
yang paling ampuh. Sang raja pun menyusun rencana dari mulai jalan dan memberi
timnya nama samaran biar perjalanan mereka tidak terhambat oleh perampok.
Ketika Misbah sudah memberi nama samaran lalu tim mereka berangkat berpetualang.
Petualangan pun dimulai. Petualangan dimulai dari padang rumput dan hutan yang
lebat.
“Perjalanan ini cukup jauh jadi kita paling
berhenti sesekali untuk istirahat,” ujar Viola.
“Oke kalau kita sudah capek nanti kita berhenti untuk
istirahat,” jawab Misbah.
Ketika mereka sampai di hutan tiba-tiba tim
mereka diserang. “Di hutan ini mungkin kita lebih aman,” kata Alex tapi
tiba-tiba "wushhh" anak panah meleset di samping kepala Alex
dan tiba-tiba ada beberapa perampok yang mengepung tim Misbah.
“Siapa kamu kok berani lewat kawasan ini?” tanya
perampok.
“Aku di sini hanya ingin lewat bukan ingin
bertarung sama kamu,” jawab Misbah dengan santai.
“Kamu menantang ya ayo mari kita bertarung.”
“Oke,” Misbah pun menyetujuinya.
"Aaaaaa" suara
teriakan pertanda bermulainya pertarungan. "ting ting ting"
suara pedang menebas. “Awas Roma! Aaaa” kata Nova sambil menahan tusukan anak
panah yang menancap di tangan kirinya. “Nova...!” jawab Roma sambil khawatir.
Roma pun memanjat pohon dan membabat habis semua pemanah dan menyerang semua
perampok dari belakang. Pertarungan pun berakhir dan semua perampok kalah. Lalu
tim beristirahat untuk sementara karena sebagian pasukan terluka.
“Kita istirahat untuk malam
ini,” kata Misbah. Lalu tim menyiapkan tenda untuk beristirahat. Malam pun
mulai tiba, matahari mulai tenggelam. Tenda pun sudah siap untuk dipakai, lalu
tim menyiapkan api unggun. Tim pun mengobrol-ngobrol hingga malam jam dan tim
pun tidur kecuali Misbah yang masih memandangi bulan, dan tiba-tiba Viola datang.
“Hmm... malam yang indah,” kata Misbah.
“Indah seperti aku,” jawab Viola dengan tenang.
Misbah agak kaget dengan jawabannya dan bertanya ke Viola; “Viola,
kenapa kamu belum tidur?”
“Aku belum bisa tidur.”
“Lalu kamu mau ngapain di sini?”
“Ya mau nemenin kamu,” sambil duduk di sampingku.
“Omong-omong dingin banget, ya.”
“Hmmm...” “... Aku tahu kamu seorang Raja dan
harus bisa mengantarkan kerajaanmu ke puncak kejayaannya.”
“Iya, kamu benar. Aku harus bertanggung jawab.”
“Tapi kan kamu sudah berusaha sebisa mungkin.”
“Oke. Sekarang kamu tidur dan besok kita lanjutkan
perjalanan kita.”
“Oke," sambil menepuk punggungku. Kami semua
pun tidur dan akan melanjutkan perjalanan besok.
Keesokan harinya kita pun
langsung melanjutkan petualangan kita dan sampailah kita ke tempat naga itu
berada. “Ini tempatnya?” tanya Misbah.
“Iya, yang mulia,” jawab Viola.
“Ayo cepat sang penulis sudah capek ni nulis
perjalanan kita,”
“Ayo!” Jawab Alex bersemangat.
Tim pun berlarian menuju ke
naga tersebut. “Itu naganya,” tunjuk Nova. “Seraang!” perintah Misbah. Tim pun
menyerang. "Wushhh..." naga tersebut menyemburkan api dari
mulutnya. “Wow wow,” kata Roma sambil menghindari semburan api. “Di mana titik
lemah naga itu?” tanya Misbah. “Naga itu akan melemah ketika sayapnya
dipotong,” jawab Viola. “Oke, Alex & Nova potong bagian sayapnya!”, “Siap,
arahan diterimaaa,” jawabnya semangat. Tapi seketika naga mengepakkan sayapnya,
Alex & Nova pun terpental. “Alex, Nova!” teriak Misbah. “Naga akan segera
pergi dan membawa kristalnya,” ucap Viola. “Roma pegang kakinya.”, “Oke hiyahh,
dapattt,” sambil menahan naga tersebut. Viola pun mengeluarkan tangan bayang.
“Tangan bayang, hiyah.”. “3 guardian potong sayapnya!”, “Arahan
diterima, hiyahh.”. Sayap naga pun terpotong, lalu Misbah berlari menuju ke
kepala naga tersebut.
“Aaaa... hiyaahh, sing,”
suara tebasan pedang di leher naga tersebut. Naga pun seketika tumbang dan tim
pun bersenang merayakan kemenangannya, dan kristal pun diambil. Lalu tim
pulang, lalu sang Raja pun memakmurkan kerajaannya dengan kristal. Rakyat pun
bersorak gembira, dan bersenang-senang.
Raja (Misbah) pun mengajak
Viola untuk mengobrol di luar kerajaan. “Ssitt... Viola, ayo kita
mengobrol di luar.”
“Oke,” Viola menyetujui.
“Oke. Viola, terima kasih sudah membantu.”
“Sama-sama.”
“Untuk tanda terima kasih, maukah kamu menjadi
pendamping hidupku?”
“Eh, yang bener, serius?” jawabnya sambil kaget.
“Iya serius, kamu mau gak?”
“Ya mau lah.”
“YES,” Raja pun bergembira bersama Viola di luar
kerajaan. :)
TAMAT
Penulis: Nurul M. / Editor: Nurul M. /
Penyempurna: Nurul M.
"Capeknya membuat ini semua" Terima
kasih.
Catatan:
Melalui sedikit penyuntingan dan penyelarasan akhir oleh guru pengampu dengan
mempertahankan orisinalitas atau keautentikan karya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar