Menjaga Esensi Berbuka di Tengah Ingar Bingar Takjil Jalanan

 


Jarum jam baru menunjuk angka tiga sore, tapi denyut jalanan sudah mulai berubah ritme—tampak berbeda dari sore sepulang sekolah di bulan-bulan biasa. Gerobak-gerobak yang entah bersembunyi di mana pada hari biasa, kini mulai didorong ke pinggir jalan. Terpal-terpal plastik dibentangkan, meja-meja lipat ditata berjejer. Di sudut dekat alun-alun yang kulewati, terlihat seorang penjual mulai menyusun etalase dagangannya dan mempersiapkan apa yang akan disajikan. Fase persiapan, sebuah panggung yang sedang dibangun sebelum pertunjukan hasrat dimulai.

Haikyuu!!: Penyelarasan Ritme ala Hinata dan Kageyama

 

Setelah kekalahan melawan Aoba Johsai di perempat final Turnamen Interhigh, babak penyisihan untuk Prefektur Miyagi, Karasuno mengalami kemerosotan mental. Senjata andalan mereka, yaitu serangan kilat dari Hinata dan Kageyama ternyata tak mampu mengalahkan Aoba Johsai. Ittesu Takeda, guru pendamping ekskul bola voli SMA Karasuno datang dan membawa pesan. Isinya adalah ajakan dari SMA Nekoma, Tokyo, untuk ikut serta dalam latihan gabungan tim-tim bola voli yang ada di Tokyo. Mereka sangat bersemangat mendengar kabar itu karena ini adalah kesempatan untuk mereka belajar dan menajamkan teknik bola voli mereka.