Mading Misterius

 
Ilustrasi oleh Gemini AI


Karya: Riyadh Hafizh (7A)


Di suatu sekolah bernama RPP School, ada sebuah anak yang baik bernama Asep. Dia adalah anak yang cukup pintar. Suatu hari Asep bersama teman-temannya menemukan suatu lempengan kayu di belakang pohon asem. Karena sekolahku membutuhkan mading, Asep dan teman-temannya pun mengambil lempeng kayu itu tanpa pikir panjang. Asep dan teman-temannya pun membuat mading dari kayu itu.

Sebulan berlalu setelah mading itu jadi, mading itu pun dipasangi berbagai macam gambar dan dicat (diperbagus). Setelah selesai, keesokan harinya, tiba-tiba semua gambar yang ditempel di mading hilang. Asep dan teman-teman pun heran, “Perasaan kemarin banyak gambar loh,” kata Asep. Setelah itu teman Asep berkata, “Paling itu pengaruh asem bungkuk.” Teman Asep yang lain pun berkata, “Masa gitu? Perasaan gaada yang mistis di sekolah ini.” Akhirnya semua sepakat untuk membaikkan masalah ini. Akhirnya Asep dan teman-teman pun masuk kelas. "Tenggg" bel sekolah sudah berbunyi menandakan waktu pulang. Di saat perjalanan pulang Asep menemukan kertas yang tiba-tiba jatuh di depannya, dia pun membacanya. Saat membaca, seketika suasana menjadi mencekam. Isi kertas itu bertuliskan perintah untuk mengembalikan kayu. Asep pun tidak mengerti isi pesan itu tapi ketika Asep membacanya dia menjadi merinding. Akhirnya dia hanya mengabaikan pesan itu dan langsung mempercepat langkahnya.

Di saat dia sampai rumah, dia pun menemukan kamarnya dipenuhi serbuk kayu yang sangat mirip dengan kayu mading. Asep pun heran, “Kenapa kamarku ini banyak banget serbuk kayu,” Akhirnya Asep pun membersihkan kamarnya. Karena dia sendirian di rumah, akhirnya dia memutuskan menginap di rumah temannya yang bernama Beni.

Sesampainya di rumah Beni, Asep pun masuk lalu ia bertemu Beni. “Ben, aku nginep rumahmu, ya”, “Ya.” Kata Beni. Setelah mendapat persetujuan, akhirnya Asep pun langsung meminta izin untuk istirahat. Tiba-tiba Asep bangun di tengah malam karena dia ingin buang air kecil. Saat ia menuju kamar mandi, dia melihat sosok putih di kegelapan malam. Asep pun mengabaikan sosok itu. Disaat Asep balik ke kamar, sosok putih muncul lagi. Asep pun berusaha mengabaikan lagi, tapi tiba-tiba sosok itu mencekik Asep dan berkata “Balikkan kayu itu!”. Dan Asep pun terbangun, dia pun kaget dan merenung sebentar. Setelah itu Asep bersiap-siap menuju sekolah. Saat di perjalanan Asep bertemu teman-temannya.

Asep pun menceritakan kejadiannya. Di rumah Beni awalnya teman-teman mereka gak percaya, tapi Asep mencoba meyakinkan dan akhirnya mereka percaya. Sesampainya mereka di sekolah, mereka kaget karena mading itu sudah kembali seperti ketika sebelum dicat dan juga ada tulisan ancamannya. Akhirnya Asep dan teman-temannya pun mengembalikan mading itu ke tempat semula dan Asep pun berhenti diteror.

//Selesai//


Catatan: Melalui sedikit penyuntingan dan penyelarasan akhir oleh guru pengampu dengan mempertahankan orisinalitas atau keautentikan karya.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar