Perjalanan Seorang Pria Merakit Motor yang Sukses

 

Ilustrasi oleh Gemini AI
Karya: Bagaskara PA (7A)



Pada suatu hari hiduplah seorang anak laki-laki bernama Dika. Dia kini duduk di bangku SMP kelas 3. Dika dari dulu ingin membeli motor, tetapi ia tidak mempunyai uang untuk membeli motor tersebut. Ibunya yg diam-diam mengetahui masalah itu, merasa bersalah karena tidak bisa megabulkan permintaan anaknya.

Suatu hari ibunya berkerja untuk bisa membelikan motor anaknya. Ibunya diam-diam bekerja saat si Dika sekolah. Ibunya Dika bekerja di rongsokan besi sisa-sisa mobil yang hancur. Hari demi hari, ibunya Dika akhirnya mendapat upah. Namun masalahnya upah itu tidak cukup untuk kesehariannya, apalagi beli motor.

Di sisi lain Dika sedang bermain ke rumah temannya yang bernama Ilham. Ilham sedang merakit mekanik motornya. Dika yang melihat motor temanya itu sangat terkejut karena bukan mesin yang dirakit Ilham, tetapi kerangka besi dan mesin yang ia dapat dari mesin traktor bekas. Ia kemudian menggabungkan semua besi dan mesin tersebut sampai menjadi sebuah MOTOR.

Dika pun bertanya kepada Ilham “ini rakitanmu sendiri?”. Kata Dika: “Ya, ini aku merakit sendiri”. Dika penasaran dengan suaranya, Ilham pun menghidupkan motor rakitannya itu, seketika Dika pun kaget dan mengarah ke motor rakitan Ilham. Ternyata suaranya menggelegar.

Dika ingin merakit motor seperti Ilham. Ia pun meminta Ilham untuk mengajarinya. Namun, masalahnya saat itu Ilham sedang kekurangan bahan untuk praktik. Meski begitu, Ilham berjanji akan tetap mengajari Dika besok.

Keesokan harinya ibunya itu ditawari bosnya untuk mengambil besi-besi sisa mobil yang tidak berguna. Awalnya ibunya ingin menolak penawaran tersebut, tetapi kemudian ia teringat teman Dika yang bisa merakit motor dari besi rongsokan. Ibunya pun pulang untuk memberi tahu anaknya.

Setelah tau ada besi yang bisa digunakan, Dika pun bergegas menuju tempat kerja Ibunya. Sesampai di sana, ia ijin kepada bosnya. Setelah sekian perckapan akhirnya bosnya setuju. Dika pun memanggil temannya untuk mengangkut besi-besi itu menggunakan truk. Sesampai di rumah, besi itu kemudian ditaruh di belakang rumahnya Dika.

Dika pun datang ke rumah temannya untuk meminta mengajarinya.

Dika: Assalamualaikum, Bro! Gimana project kita hari ini, katanya mau ngajari aku, Bro? Ilham: Waalaikumsalam salam, oh iya, masuk dulu ke rumah, Bro!

Dika: Oh, iya, terima kasih.

Ilham : Hmm, Jadi gini .... bla bla bla bla blaaa (Ilham menjelaskan semuanya dengan detail)

Dika : Ohh begitu ternyata. Makasih, ya, Bro. Kalau gitu aku pulang dulu, ya.

Ilham : Ok. Sama-sama.

Sesampainya di rumah Dika pun langsung mencoba yang diajarkan temannya. Setelah 3 bulan 3 minggu 3 hari, akhirnya rangka motornya mulai jadi. Sedangkan mesinnya masih belum dibuat. Ia ditawari pamannya motor bekas yang mesinnya sudah mati. Dika setuju dengan penawaran tersebut. Mesin motor bekas tersebut kemudian ia perbaiki dan akhirnya jadi. Ia dikasih modal ibunya untuk membeli perlengkapan lainnya. Dika pada akhirnya membeli perlengkapan motor tersebut dan merakitnya. Setelah dua bulan motor Dika sudah jadi, ia ingin memasukkan motornya ikut kontes.

Temannya yang tahu Dika akan ikut kontes, menghadiri kontes motornya Dika itu. Sesampai di sana Ilham kaget dengan motor Dika, seperti motor masa depan. Acara pun segera selesai, kini saatnya mengumumkan Juara KONTES tersebut. Ternyata Dika menjadi juara satu dari provinsinya. Dika mendapat uang tunai sebanyak sepuluh juta. Uang itu niatnya untuk meng-upgrade motornya dan membahagiakan kedua orang tua.

Sesudah semakin di-upgrade, Dika mulai juara berturut-turut. Suatu hari ada orang kaya yang ingin membeli motornya dengan harga yang tinggi. Sebenarnya Dika tidak mau karena motor itu dibuat dengan kerja kerasnya, tetapi demi keluarganya ia pun setuju. Tapi si penawar merasa tidak enak. Maka, Dika pun ditawari untuk bekerja di PT milik si penawar. Dika diminta membuat motor di PT tersebut. Motor buatannya itu dinamakan DK 355 Z dengan tenaga 350 cc. Motor itu dibuat futuristik, seperti di masa depan. Setelah diterima keluarganya pun senang.

Lima bulan pertama motornya laku 10.000 unit. PT-nya terus melesat. Sekarang Dika jadi miliarder & ia membuat apartemen untuk kedua orang tuanya. Sekarang Dika hidup bahagia berkat kerja kerasnya.. :)

THE END


Catatan: Melalui sedikit penyuntingan dan penyelarasan akhir oleh guru pengampu dengan mempertahankan orisinalitas atau keautentikan karya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar