![]() |
| Ilustrasi oleh Gemini AI |
Pada suatu hari hiduplah seorang anak laki-laki bernama Dika. Dia kini duduk di bangku SMP kelas 3. Dika dari dulu ingin membeli motor, tetapi ia tidak mempunyai uang untuk membeli motor tersebut. Ibunya yg diam-diam mengetahui masalah itu, merasa bersalah karena tidak bisa megabulkan permintaan anaknya.
Suatu hari ibunya berkerja untuk bisa membelikan
motor anaknya. Ibunya diam-diam bekerja saat si Dika sekolah. Ibunya Dika
bekerja di rongsokan besi sisa-sisa mobil yang hancur. Hari demi hari, ibunya
Dika akhirnya mendapat upah. Namun masalahnya upah itu tidak cukup untuk
kesehariannya, apalagi beli motor.
Di sisi lain Dika sedang bermain ke rumah
temannya yang bernama Ilham. Ilham sedang merakit mekanik motornya. Dika yang
melihat motor temanya itu sangat terkejut karena bukan mesin yang dirakit Ilham,
tetapi kerangka besi dan mesin yang ia dapat dari mesin traktor bekas. Ia
kemudian menggabungkan semua besi dan mesin tersebut sampai menjadi sebuah
MOTOR.
Dika pun bertanya kepada Ilham “ini rakitanmu
sendiri?”. Kata Dika: “Ya, ini aku merakit sendiri”. Dika penasaran dengan
suaranya, Ilham pun menghidupkan motor rakitannya itu, seketika Dika pun kaget
dan mengarah ke motor rakitan Ilham. Ternyata suaranya menggelegar.
Dika ingin merakit motor seperti Ilham. Ia pun
meminta Ilham untuk mengajarinya. Namun, masalahnya saat itu Ilham sedang
kekurangan bahan untuk praktik. Meski begitu, Ilham berjanji akan tetap
mengajari Dika besok.
Keesokan harinya ibunya itu ditawari bosnya untuk
mengambil besi-besi sisa mobil yang tidak berguna. Awalnya ibunya ingin menolak
penawaran tersebut, tetapi kemudian ia teringat teman Dika yang bisa merakit
motor dari besi rongsokan. Ibunya pun pulang untuk memberi tahu anaknya.
Setelah tau ada besi yang bisa digunakan, Dika
pun bergegas menuju tempat kerja Ibunya. Sesampai di sana, ia ijin kepada bosnya.
Setelah sekian perckapan akhirnya bosnya setuju. Dika pun memanggil temannya
untuk mengangkut besi-besi itu menggunakan truk. Sesampai di rumah, besi itu
kemudian ditaruh di belakang rumahnya Dika.
Dika pun datang ke rumah temannya untuk meminta
mengajarinya.
Dika: Assalamualaikum, Bro! Gimana project kita hari ini, katanya mau
ngajari aku, Bro? Ilham: Waalaikumsalam salam, oh iya, masuk dulu ke rumah, Bro!
Dika: Oh, iya, terima kasih.
Ilham : Hmm, Jadi gini .... bla bla bla bla blaaa (Ilham menjelaskan
semuanya dengan detail)
Dika : Ohh begitu ternyata. Makasih, ya, Bro. Kalau gitu aku pulang dulu,
ya.
Ilham : Ok. Sama-sama.
Sesampainya di rumah Dika pun langsung mencoba yang
diajarkan temannya. Setelah 3 bulan 3 minggu 3 hari, akhirnya rangka motornya mulai
jadi. Sedangkan mesinnya masih belum dibuat. Ia ditawari pamannya motor bekas yang
mesinnya sudah mati. Dika setuju dengan penawaran tersebut. Mesin motor bekas
tersebut kemudian ia perbaiki dan akhirnya jadi. Ia dikasih modal ibunya untuk
membeli perlengkapan lainnya. Dika pada akhirnya membeli perlengkapan motor tersebut
dan merakitnya. Setelah dua bulan motor Dika sudah jadi, ia ingin memasukkan
motornya ikut kontes.
Temannya yang tahu Dika akan ikut kontes, menghadiri
kontes motornya Dika itu. Sesampai di sana Ilham kaget dengan motor Dika,
seperti motor masa depan. Acara pun segera selesai, kini saatnya mengumumkan Juara
KONTES tersebut. Ternyata Dika menjadi juara satu dari provinsinya. Dika
mendapat uang tunai sebanyak sepuluh juta. Uang itu niatnya untuk meng-upgrade
motornya dan membahagiakan kedua orang tua.
Sesudah semakin di-upgrade, Dika mulai
juara berturut-turut. Suatu hari ada orang kaya yang ingin membeli motornya
dengan harga yang tinggi. Sebenarnya Dika tidak mau karena motor itu dibuat
dengan kerja kerasnya, tetapi demi keluarganya ia pun setuju. Tapi si penawar
merasa tidak enak. Maka, Dika pun ditawari untuk bekerja di PT milik si
penawar. Dika diminta membuat motor di PT tersebut. Motor buatannya itu
dinamakan DK 355 Z dengan tenaga 350 cc. Motor itu dibuat futuristik, seperti
di masa depan. Setelah diterima keluarganya pun senang.
Lima bulan pertama motornya laku 10.000 unit. PT-nya
terus melesat. Sekarang Dika jadi miliarder & ia membuat apartemen untuk
kedua orang tuanya. Sekarang Dika hidup bahagia berkat kerja kerasnya.. :)
THE END
Catatan: Melalui sedikit penyuntingan dan penyelarasan akhir oleh guru pengampu dengan mempertahankan orisinalitas atau keautentikan karya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar